Ia mengaku diancam bahwa foto pribadinya akan disebarkan jika menolak menikah. Bahkan, sang mantan suami diduga mengancam akan menyakiti atau memenjarakan orang tuanya dengan membayar orang tertentu. Tekanan mental ini membuat Aurelie yang saat itu masih polos merasa tidak memiliki pilihan lain selain menurut.
Di sisi lain, Roby Tremonti secara tegas membantah semua tudingan tersebut. Ia mengklaim bahwa pernikahan mereka dilakukan atas dasar suka sama suka tanpa ada unsur pemaksaan.
Roby bahkan menyatakan bahwa Aurelie-lah yang mengurus administrasi surat baptis hingga persiapan baju pengantin bersama.
Perseteruan narasi ini kembali memanas dan mengundang simpati publik terhadap isu child grooming yang diangkat oleh Aurelie.[dit]











