Selain mempercepat waktu produksi dari 10,5 hari menjadi 7,8 hari, teknologi ini juga ramah lingkungan. Tercatat, inovasi ini mampu menekan emisi hingga 1.399 ton CO2 per tahun dan meningkatkan profit perusahaan secara signifikan.
Keberhasilan ini tidak hanya diakui oleh Thailand, tetapi juga mendapatkan Special Award dari asosiasi inovator Polandia. Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, menyatakan bahwa prestasi ini membuktikan kapabilitas kelas dunia para pekerja Pertamina. Inovasi ini menjadi bukti nyata transformasi berkelanjutan dalam menjaga ketahanan energi nasional.[dit]











