Hal ini mengindikasikan adanya persepsi yang berbeda antara pasar saham dan pasar valuta asing terhadap dinamika kebijakan moneter terbaru.
Sentimen negatif di pasar saham disinyalir berakar dari kekhawatiran pelaku pasar mengenai independensi Bank Indonesia. Thomas Djiwandono, yang merupakan tokoh politik penting dan kerabat Presiden, dinilai membawa beban politis ke dalam lembaga independen tersebut.
Pengamat pasar modal menekankan bahwa stabilitas ekonomi jangka panjang sangat bergantung pada kepercayaan investor terhadap kredibilitas bank sentral. Jika independensi dianggap terkompromi, risiko pelarian modal asing bisa menjadi ancaman nyata bagi stabilitas makroekonomi nasional di masa depan.[dit]










