Pangkas dari 22 Persen, Presiden Prabowo Targetkan Bunga Kredit Super Mikro KDMP Jadi 8 Persen

Pemerintah menargetkan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) menjadi pusat logistik, penyaluran barang subsidi, serta penyedia kredit usaha dengan bunga rendah bagi masyarakat desa./Dok. Kemenkop

FAKTANASIONAL.NET – Presiden Prabowo Subianto secara resmi mengumumkan pemangkasan besar-besaran terhadap suku bunga program super mikro kredit yang disalurkan melalui Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).

Bunga pinjaman bagi masyarakat kecil yang semula bertengger di angka 22 persen per tahun kini dipotong menjadi 8 persen per tahun.

Pernyataan tegas tersebut disampaikan langsung oleh Presiden Prabowo dalam pidato sambutannya pada puncak peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-79 yang digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Minggu (12/7/2026).

“Super Mikro Kredit yang Mekar, yang tadinya 22 persen saya turunkan jadi 8 persen,” tegas Prabowo di hadapan ribuan penggiat koperasi yang hadir.

Presiden Prabowo membeberkan bahwa dirinya sebenarnya menginginkan suku bunga layanan simpan pinjam di KDMP ditekan hingga menyentuh angka 5 persen.

Namun, setelah melalui proses diskusi dan pertimbangan matang bersama tim ekonom serta jajaran menterinya, disepakati angka 8 persen sebagai titik temu yang ideal agar operasional lembaga keuangan tetap berjalan sehat.

Baca Juga: DJP Soroti Potensi Kehilangan Penerimaan Negara dari Program MBG dan Koperasi Merah Putih

“Saya maunya 5 persen, tapi bankir-bankir, Pak Rosan cs itu ‘Jangan Pak terlalu kecil kita punya ongkos’, oke 8 persen, lumayan 8 persen juga,” ungkap Prabowo disambut tepuk tangan hadirin.

Jadi Pusat Pelayanan Desa Terintegrasi

Lebih dari sekadar lembaga simpan pinjam, Presiden Prabowo menegaskan bahwa Koperasi Desa Merah Putih akan diproyeksikan menjadi pilar utama penggerak roda ekonomi di tingkat perdesaan.

KDMP bakal bertransformasi menjadi pusat pelayanan masyarakat yang serbabisa dan terintegrasi.