Tujuannya adalah memicu hujan lebih awal atau prematur di atas perairan. Dengan demikian, saat awan sampai ke darat, kandungan airnya sudah jauh berkurang atau bahkan habis, sehingga beban saluran drainase di kota tetap terjaga.
Metode kedua dikenal sebagai competition mechanism. Berbeda dengan metode pertama, teknik ini bertujuan menghambat pertumbuhan awan hujan tepat di atas wilayah yang ingin dilindungi.
Petugas menyemai bahan kimia berupa CaO atau kapur tohor ke dalam sel awan. Reaksi kimia dari bahan ini menghasilkan efek panas yang mampu mengganggu stabilitas awan dan menghentikan proses pembentukan butiran hujan.
Langkah ini sangat krusial ketika wilayah daratan sudah dalam kondisi jenuh air dan tidak mampu lagi menampung curahan hujan baru.[dit]











