JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melakukan pemutakhiran laporan kejadian bencana serta penanganan yang dilakukan oleh pemerintah daerah terkait, yang dihimpun sepanjang Sabtu dan Minggu pagi (9-10/5/2026).
Bencana hidrometeorologi basah, seperti tanah longsor dan banjir, masih terjadi di sebagian wilayah Indonesia.
Laporan pertama: tanah longsor yang terjadi di Kota Ambon, Provinsi Maluku. Kejadian ini dipicu intensitas curah hujan tinggi yang mengakibatkan tanah longsor pada lima kelurahan, meliputi Kelurahan Passo di Kecamatan Baguala, Kelurahan Batu Meja, Batu Merah dan Lateri di Kecamatan Sirimau, serta Kelurahan Waiheru di Kecamatan Teluk Ambon.
Peristiwa ini berdampak pada delapan unit rumah dengan kerusakan bervariasi, diantaranya dua unit rusak ringan, empat unit rusak sedang dan dua unit rusak berat. Satu ruas jalan dan satu unit fasilitas pendidikan turut terdampak material longsor.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Ambon bersama aparat setempat melakukan penanganan dan mengevakuasi masyarakat terdampak ke rumah kerabat yang lebih aman, selain itu bantuan permakanan didistribusikan bagi masyarakat. Apabila diperlukan BPBD menyiapkan tenda pengungsian bagi warga.

Laporan kedua: Peristiwa bencana terjadi di Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi. Banjir merendam Desa Ulak Makam dan Rantau Limau Manis di Kecamatan Tabir Ilir pada Jumat (8/5). Banjir ini terjadi setelah meluapnya debit air Sungai Mau dan Sungai Aur setelah hujan lebat terjadi.
Akibat luapan sungai tersebut, sebanyak 90 unit rumah warga terendam dengan ketinggian muka air mencapai satu meter. Selain itu, satu ruas jalan turut terendam sehingga ini menyebabkan akses tertutup sementara waktu.
Berdasarkan pantauan BPBD Kabupaten Merangin, banjir sudah surut pada Sabtu (9/5). BPBD berkoordinasi bersama pemerintah desa untuk tetap waspada terjadi banjir susulan.
Laporan ketiga: Banjir terjadi di Kabupaten Kepulauan Mentawai, Provinsi Sumatra Barat, pada Jumat (8/5). Lokasi terdampak yaitu, Desa Bosua, Saureinu dan Mara di Kecamatan Sipora Selatan dan Desa Goisooinan di Kecamatan Sipora Utara. Banjir yang terjadi setelah hujan deras dengan durasi yang lama ini, merendam 152 unit rumah warga.











