Daerah  

BNPB Update: Bencana Hidrometeorologi Landa Minahasa hingga Binjai, Jawa Timur Masih Berstatus Siaga Darurat

/dok. BNPB

FAKTANASIONAL.NET – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan bahwa bencana hidrometeorologi masih mendominasi kejadian bencana di berbagai wilayah Indonesia dalam kurun waktu 24 jam terakhir.

Gelombang pasang, banjir luapan sungai, hingga cuaca ekstrem tercatat menimbulkan dampak kerugian material di Sulawesi Utara, Jawa Timur, dan Sumatera Utara.

Berdasarkan data pemutakhiran hingga Kamis (23/4/2026) pukul 07.00 WIB, pemerintah daerah melalui BPBD setempat masih terus melakukan penanganan darurat dan pendataan di lapangan.

Banjir Rob di Minahasa dan Luapan Sungai di Pasuruan

Di Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara, gelombang pasang air laut menerjang Desa Bukit Tinggi, Kecamatan Kakas Barat pada Selasa (21/4).

Insiden ini menyebabkan banjir rob yang berdampak pada 59 kepala keluarga (KK). Selain merendam 59 unit rumah, empat fasilitas ibadah juga dilaporkan terdampak.

Tim TRC BPBD Minahasa terus memantau situasi pesisir mengingat gelombang laut masih terpantau pada skala rendah hingga sedang.

Sementara itu, di Jawa Timur, hujan lebat memicu meluapnya Sungai Welang di Kota Pasuruan.

Banjir menggenangi area permukiman di tujuh kelurahan yang tersebar di tiga kecamatan (Gadingrejo, Panggungrejo, dan Purworejo). Sedikitnya 100 unit rumah warga serta akses jalan sempat terhambat akibat genangan air.

Pemerintah Provinsi Jawa Timur sendiri telah mengambil langkah antisipatif jangka panjang terkait kondisi ini.

“Pemerintah Provinsi Jawa Timur menetapkan status siaga darurat melalui Keputusan Gubernur Jawa Timur Nomor 100.3.3.1/845/013/2025 tentang Penetapan Status Siaga Darurat Bencana Hidrometeorologi di Provinsi Jawa Timur 2025–2026 selama 155 (seratus lima puluh lima) hari, terhitung mulai tanggal 27 November 2025 sampai dengan 1 Mei 2026,” demikian kutipan pernyataan resmi dalam laporan BNPB.

Angin Puting Beliung di Binjai

Cuaca ekstrem juga merusak pemukiman di Kota Binjai, Sumatera Utara. Angin puting beliung yang terjadi di Kecamatan Binjai Selatan mengakibatkan 13 unit rumah mengalami kerusakan dengan rincian: 11 unit rusak ringan, satu rusak sedang, dan satu rusak berat.

BPBD Kota Binjai saat ini fokus pada evakuasi pohon tumbang dan pemantauan peringatan dini bagi masyarakat.