Hal ini menciptakan selisih atau spread yang cukup lebar, mencapai Rp394.000 per gram, sehingga investor perlu lebih cermat dalam menghitung margin keuntungan mereka.
Kenaikan harga yang drastis ini dipicu oleh berbagai sentimen pasar, termasuk dinamika politik internasional yang memanas.
Meskipun harga emas menunjukkan tren bullish, para ahli menyarankan masyarakat untuk tetap waspada terhadap volatilitas harga yang bisa berubah sewaktu-waktu.
Membeli emas untuk jangka panjang tetap dianggap langkah bijak, namun fluktuasi spread saat ini menuntut kalkulasi matang sebelum melakukan transaksi jual-beli dalam waktu singkat.[dit]
