Fakta Nasional

Pekan Operasi Senyap: KPK Gencarkan OTT di Depok dan Banjarmasin

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Awal Februari 2026 menjadi periode yang sangat sibuk bagi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Dalam rentetan waktu yang berdekatan, lembaga antirasuah ini berhasil melakukan serangkaian Operasi Tangkap Tangan (OTT) di be…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Aditya Editor: Redaksi 📍 Nasional Friday, 06 February 2026 📖 1 menit
Pekan Operasi Senyap: KPK Gencarkan OTT di Depok dan Banjarmasin
Penggeledahan dilakukan guna mencari bukti tambahan pasca-OTT kasus dugaan pemerasan izin tinggal WNA dan gratifikasi tahun 2022-2026./zul-fkn.

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Awal Februari 2026 menjadi periode yang sangat sibuk bagi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Dalam rentetan waktu yang berdekatan, lembaga antirasuah ini berhasil melakukan serangkaian Operasi Tangkap Tangan (OTT) di berbagai lokasi berbeda. Setelah menyasar pejabat di daerah, radar KPK kini mengarah ke wilayah penyangga ibu kota, yakni Depok, Jawa Barat pada 5 Febuari 2026.

Hanya dalam waktu dua hari, KPK melakukan aksi nyata di tiga titik strategis. Diawali dengan penangkapan pejabat pajak di Banjarmasin pada Rabu lalu, disusul dengan operasi terhadap oknum di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Jakarta.

Puncaknya, pada Kamis malam, tim KPK kembali bergerak ke Depok untuk mengamankan pihak yang diduga terlibat dalam praktik suap pengurusan perkara hukum.

Wakil Ketua KPK, Fitroh Rohcahyanto, menegaskan bahwa rentetan OTT ini adalah bukti komitmen lembaga dalam membersihkan instansi pemerintahan dari praktik lancung.

Meski publik masih menunggu pengumuman resmi terkait identitas lengkap para pelaku di Depok, langkah ini mendapat apresiasi sebagai upaya nyata memperbaiki birokrasi.

KPK terus memperdalam keterkaitan antar kasus untuk memastikan tidak ada aktor intelektual yang lolos dari jeratan hukum.[dit]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK