Ia menekankan pentingnya program pelatihan dan peningkatan kapasitas guru serta tenaga pengajar, terutama untuk mendukung pengembangan universitas dan sekolah baru yang saat ini tengah dibangun di berbagai wilayah Indonesia.
“Saya juga mengundang Australia untuk mendukung upaya kami dalam memperkuat sistem pendidikan Indonesia melalui program pelatihan dan peningkatan kapasitas bagi para guru dan tenaga pengajar,” tambah Prabowo.
Sementara itu, Perdana Menteri Australia Anthony Albanese menegaskan bahwa hubungan Indonesia dan Australia selama ini terjalin sangat erat.
Ia menilai intensitas kunjungannya ke Indonesia mencerminkan kedekatan dan kepercayaan yang kuat antara kedua negara.
“Kami bertetangga dan berteman. Ini adalah kunjungan kelima saya ke Indonesia sebagai Perdana Menteri dalam waktu kurang dari empat tahun, dan hal itu menunjukkan betapa eratnya hubungan ini,” ujar Albanese.
PM Albanese tiba di Istana Negara Jakarta sekitar pukul 09.00 WIB dan disambut dengan upacara kenegaraan. Iring-iringan kendaraan PM Australia dikawal oleh pasukan motoris dan ratusan pasukan berkuda, menandai kehormatan tinggi dalam kunjungan tersebut.
Setibanya di Istana, Albanese juga disuguhi pertunjukan Tari Naikonos Larik dari Nusa Tenggara Timur (NTT) sebagai bagian dari penyambutan budaya.
Sejumlah pejabat tinggi Indonesia turut hadir, di antaranya Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani, serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.[zul]
