JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET – Diskusi mengenai program Makan Bergizi Gratis (MBG) sering kali terjebak dalam angka-angka anggaran yang fantastis.
Di tengah ketidakpastian ekonomi global, kekhawatiran akan defisit fiskal menjadi narasi utama. Namun, Fakhrido Susilo, pengamat kebijakan publik, mengingatkan bahwa gejolak ekonomi adalah tantangan universal. Negara seperti India, Brasil, hingga Amerika Serikat tetap menjalankan program nutrisi publik sebagai tanggung jawab sosial yang tak bisa ditawar, dilansir dari Rmol pada 7 Februari 2026.
Pemerintah sebenarnya memiliki berbagai instrumen kebijakan untuk mengatasi dinamika ekonomi tanpa harus memangkas program MBG. Bagi masyarakat kelas menengah ke bawah, program ini bukan sekadar bantuan pangan, melainkan bantuan produktivitas. Banyak orang tua di Indonesia yang bekerja ganda—dari buruh pagi hingga pengemudi ojek online di malam hari—sehingga gizi anak sering terabaikan.









