Fakta Nasional

Masa Depan Energi Hijau: Transformasi Green Terminal di Tanjung Sekong

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - PT Pertamina (Persero) resmi memulai babak baru dalam infrastruktur energi nasional melalui inisiasi Green Terminal di Terminal LPG Tanjung Sekong, Cilegon. Sebagai fasilitas vital yang memasok hampir 40% kebutuhan LPG n…

Penulis: Aditya Editor: Redaksi 📍 Nasional Thursday, 12 February 2026 📖 1 menit
Masa Depan Energi Hijau: Transformasi Green Terminal di Tanjung Sekong
Masa Depan Energi Hijau: Transformasi Green Terminal di Tanjung Sekong/(pertamina)

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - PT Pertamina (Persero) resmi memulai babak baru dalam infrastruktur energi nasional melalui inisiasi Green Terminal di Terminal LPG Tanjung Sekong, Cilegon. Sebagai fasilitas vital yang memasok hampir 40% kebutuhan LPG nasional, transformasi ini bukan sekadar pergantian label, melainkan perombakan total menuju operasional rendah karbon.

Strategi ini menjadi bukti nyata bahwa ketahanan energi Indonesia kini berjalan selaras dengan standar global Environmental, Social, and Governance (ESG).

Green Terminal Tanjung Sekong menerapkan pendekatan menyeluruh yang mencakup delapan pilar keberlanjutan. Mulai dari digitalisasi sistem manajemen lingkungan hingga penerapan ekonomi sirkular, Pertamina memastikan infrastruktur inti mereka lebih efisien dan ramah lingkungan.

Langkah ini merupakan bagian krusial dari Roadmap Net Zero Emission (NZE) 2060. Dengan kapasitas penyimpanan 98.000 metrik ton, modernisasi di fasilitas ini menjamin stabilitas pasokan energi rumah tangga tetap aman sembari meminimalisir dampak ekologis.

Salah satu terobosan paling progresif dalam proyek ini adalah pemanfaatan Green Hydrogen. Melalui sinergi antara PGE, Elnusa Petrofin, dan Pertamina Energy Terminal (PET), hidrogen hijau dari panas bumi Ulubelu kini digunakan sebagai sumber listrik rendah karbon di Tanjung Sekong.

Inovasi ini ditargetkan mampu memangkas emisi Scope 2 secara signifikan dengan memenuhi hingga 25% kebutuhan listrik operasional terminal. Bagi investor, efisiensi ini merupakan sinyal positif dalam pengelolaan risiko jangka panjang dan pengurangan ketergantungan pada energi konvensional yang volatil.

Direktur Transformasi & Keberlanjutan Bisnis Pertamina, Agung Wicaksono, menegaskan bahwa model ini akan menjadi referensi bagi terminal energi lainnya di masa depan. Melalui koordinasi dengan Danantara, Pertamina terus memperkuat kedaulatan energi nasional yang berorientasi pada pelayanan publik dan keberlanjutan usaha.[dit]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK