FAKTANASIONAL.NET – Ketemu seorang dewan, baru beli HP baru. Eh, esoknya sudah ganti lagi. “Kenapa diganti, Bang?” Jawabnya, HP yang lama sudah disadap KPK.
Ia sepertinya tahu HP-nya sedang ditarget, cepat ia ganti HP buatan Amrik.
Kali ini saya mau bahas alat sadap canggih yang digunakan KPK untuk meng-OTT para koruptor, tikus got gorong-gorong. Simak narasinya sambil seruput Koptagul, wak!
Korupsi di Indonesia jarang dilakukan sambil teriak.
Apalagi pakai pengeras suara. Ia dibicarakan pelan, lewat telepon, lewat pesan singkat, sambil yakin negara lagi sibuk ngurus hal lain.
Maka ketika KPK diberi alat penyadapan, itu seperti negara tiba-tiba memasang telinga raksasa di warung kopi kekuasaan.
Baca Juga: KPK Periksa Mantan Dirut Pertamina Terkait Kasus Korupsi Jual Beli Gas PGN
Bukan buat dengar gosip, tapi buat mencatat siapa ngomong apa, jam berapa, dan kenapa nadanya mendadak pelan.
Semua alat penyadapan KPK bekerja di satu jalur resmi bernama lawful interception. Artinya, negara menyadap lewat pintu depan, bukan manjat pagar. KPK bekerja sama dengan operator seluler.
Dari ruang teknis di kantor, komunikasi target dialihkan secara sistematis ke pusat monitoring. HP target tetap normal, sinyal tidak turun, pulsa tidak bocor, tapi tiap kata sekarang punya arsip negara. Ini bukan film, ini administrasi.
Mesin utamanya bernama ATIS, buatan Jerman, harganya miliaran. Jangan bayangkan alat tempel di HP.
ATIS ini seperti ruang kontrol bandara, tapi yang mendarat bukan pesawat, melainkan percakapan. Begitu target yang sah secara hukum dimasukkan, sistem langsung memirror panggilan suara dan data dari jaringan operator.
Setiap percakapan otomatis direkam, dikasih cap waktu, nomor, durasi, lalu dikompresi dan dienkripsi. Kapasitasnya ratusan jam rekaman, ratusan panggilan sekaligus. Penyidik tinggal membaca pola, tidak perlu pasang telinga.
Untuk jalur seluler yang lebih jadul, ada Reuven-GSMSL. Fungsinya membaca komunikasi GSM seperti telepon dan SMS.
Alat ini bukan paling canggih, tapi berguna untuk memetakan siapa sering menghubungi siapa, jam berapa, dan seberapa rutin.











