Dukung Asta Cita, MKI Luncurkan Buku Putih Transisi Energi Menuju NZE 2060

Kegiatan peluncuran buku putih MKI/Dok. Ist.

“Oleh karena itu, Dewan Pakar MKI merekomendasikan agar eksekusi proyek ke depan harus dilakukan secara ‘on schedule, on budget, on quality’ dengan dukungan task force team yang kuat. Kita harus mempercepat pembangunan pembangkit EBT yang terintegrasi dengan Battery Energy Storage System (BESS), modernisasi Smart Grid, hingga pembangunan Super Grid,” tambahnya.

Selain percepatan pembangunan pembangkit EBT, MKI juga mendorong integrasi Battery Energy Storage System (BESS), modernisasi Smart Grid, serta pengembangan Super Grid nasional untuk memperkuat interkoneksi dan stabilitas sistem.

Di sisi lain, kesiapan SDM dinilai menjadi faktor kunci keberhasilan transformasi energi. MKI memproyeksikan potensi terciptanya hingga 4,4 juta lapangan kerja hijau pada 2030 di sektor ketenagalistrikan. Hal ini dipandang sebagai peluang sekaligus tantangan bagi sektor pendidikan dan industri dalam menyiapkan talenta energi hijau.

Dari aspek pembiayaan, kebutuhan investasi pengembangan EBT diperkirakan mencapai US$235 miliar hingga 2040. Sementara pada aspek regulasi, MKI mendorong harmonisasi aturan serta pembentukan badan pengatur ketenagalistrikan yang independen.

“Buku Putih MKI diharapkan menjadi referensi utama bagi pemerintah dan pelaku industri dalam menjaga prinsip Trilema Energi: keamanan, keterjangkauan, dan keberlanjutan. Dokumen tersebut kini dapat diakses publik melalui situs resmi MKI,” tutup Bambang.[mut]