Fakta Nasional

Tarif Resiprokal RI-AS: Murni Urusan Dagang Bilateral

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, memberikan klarifikasi penting mengenai kesepakatan tarif resiprokal dengan Amerika Serikat. Ia menegaskan bahwa penurunan tarif ini sama sekali tidak berkaita…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Aditya Editor: Redaksi 📍 Nasional Sunday, 15 February 2026 📖 1 menit
Tarif Resiprokal RI-AS: Murni Urusan Dagang Bilateral
Koordinasi Tinggi Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dalam Tanggapi Kebijakan Tarif Resiprokal AS/(Instagram)

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, memberikan klarifikasi penting mengenai kesepakatan tarif resiprokal dengan Amerika Serikat.

Ia menegaskan bahwa penurunan tarif ini sama sekali tidak berkaitan dengan posisi Indonesia dalam Board of Peace (BoP), dilansir pada 15 Februari 2026.

Hubungan dagang ini bersifat bilateral, sementara BoP adalah forum multilateral yang fokus pada isu kemanusiaan di Gaza.

Kabar baik bagi eksportir nasional adalah rampungnya perundingan yang berhasil menekan tarif produk Indonesia ke pasar AS dari 32% menjadi 19%.

Angka ini merupakan capaian signifikan dalam memperkuat daya saing produk lokal di kancah internasional. Saat ini, pemerintah hanya tinggal menunggu proses penandatanganan resmi sebelum rincian komoditas lainnya diumumkan ke publik.

Meski berbeda jalur dengan urusan tarif, Indonesia tetap menunjukkan komitmen kemanusiaan yang kuat melalui BoP.

Dengan kontribusi dana sebesar 1 miliar Dolar AS, Indonesia berperan aktif dalam proses transisi dan rekonstruksi Palestina.

Hal ini membuktikan bahwa Indonesia mampu menjalankan peran ganda: memperkuat ekonomi domestik secara bilateral sekaligus menjaga perdamaian dunia di level multilateral.[dit]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK