“Untuk relokasi dan langkah selanjutnya, nanti segera dicarikan solusi oleh Pak Gubernur dan Bu Wali Kota. Bapak-Ibu, mohon jangan bolak-balik ke rumah lama. Kita tidak tahu sejauh mana tanah ini akan bergerak,” ujarnya mengingatkan.
Kondisi memprihatinkan juga diceritakan oleh Supriyadi, salah satu warga yang rumahnya roboh akibat pergeseran tanah yang terjadi secara bertahap dalam dua pekan terakhir.
Ia menceritakan bahwa hujan deras yang turun tanpa henti menjadi pemicu utama kerusakan total tempat tinggalnya. Meski kini harus mengungsi di musala terdekat, Supriyadi tetap berupaya menjaga rutinitas keluarganya tetap normal.
“Sekolah alhamdulillah lancar, masih bisa diantar seperti biasa,” katanya.
Kunjungan ini mempertegas pola koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah dalam menangani ancaman bencana hidrometeorologi di Jawa Tengah.
Kecepatan dalam pengambilan keputusan terkait relokasi menjadi kunci agar warga terdampak di Jangli tidak berlama-lama berada dalam ketidakpastian di posko pengungsian sementara.
Baca Juga: Bali Terancam Krisis Sampah di Tengah Puncak Kunjungan Wisata, Wapres Soroti Persoalan Sampah
(Jes)










