FAKTANASIONAL.NET, LIFESTYLE – Menjaga kadar cairan tubuh selama belasan jam berpuasa ternyata tidak cukup hanya dengan mengandalkan air mineral.
Pakar kesehatan menekankan pentingnya asupan elektrolit alami untuk mengikat air di dalam jaringan otot agar tubuh tidak cepat lemas, terutama saat menghadapi cuaca panas.
Pemilihan jenis buah yang tepat saat sahur dan berbuka menjadi kunci agar tubuh memiliki cadangan hidrasi yang lebih tahan lama. Berikut adalah daftar buah fungsional yang direkomendasikan untuk menjaga hidrasi seluler Anda:
Baca Juga: Rahasia Cara Menghilangkan Bau Mulut Saat Puasa Secara Alami
1. Semangka: Hidrasi Instan dan Pemulihan Otot
Semangka menjadi primadona takjil karena mengandung sekitar 92% air. Namun, manfaatnya lebih dari sekadar pelepas dahaga.
Anda wajib memasukkan semangka ke dalam menu berbuka karena buah ini mengandung sekitar 92% air serta senyawa likopen yang berfungsi sebagai antioksidan. Semangka mengandung sitrulin, asam amino yang membantu mengurangi nyeri otot dan meningkatkan aliran darah ke seluruh tubuh.
Mengonsumsi semangka memberikan efek pendinginan suhu internal tubuh secara instan setelah seharian menahan haus.
2. Jeruk: Penjaga Irama Jantung dan Imun
Kandungan kalium dalam jeruk sangat krusial bagi mereka yang tetap aktif bekerja saat berpuasa.
Anda dapat mengonsumsi jeruk untuk mendapatkan asupan kalium yang berperan penting dalam mengatur detak jantung dan kontraksi otot saat berpuasa. Kandungan vitamin C yang tinggi di dalamnya juga memperkuat sistem imun tubuh agar Anda tidak mudah jatuh sakit akibat perubahan cuaca yang ekstrem.
3. Mentimun: Detoksifikasi Saat Sahur
Sering dianggap sayuran, mentimun sebenarnya adalah buah dengan kadar air mencapai 95%. Kandungan silikanya sangat baik untuk kelembapan kulit dari dalam.
Anda wajib mengonsumsi mentimun saat sahur karena kandungan silika di dalamnya membantu menjaga kesehatan jaringan ikat dan kelembapan kulit dari dalam. Mentimun juga memiliki indeks glikemik yang rendah, sehingga aman bagi Anda yang ingin menjaga kadar gula darah tetap stabil.











