-
Jalan dan Jembatan Nasional: Sudah berfungsi 100 persen.
-
Jalan Daerah: Mencapai 93 persen.
-
Jembatan Daerah: Mencapai 63 persen.
-
Sumber Daya Air: Progres 81 persen dalam penanganan 25 daerah irigasi.
-
Hunian Masyarakat: Pembangunan 1.301 unit rumah saat ini mencapai rata-rata 64 persen dan ditargetkan rampung pada akhir Februari 2026.
Langkah paling krusial dalam mitigasi bencana susulan adalah pembangunan 108 struktur sabo works yang tersebar di Provinsi Aceh dan Sumatera Utara. Proyek ini terdiri dari 98 unit sabo dam dan 10 unit sand pocket.
Pemerintah menerapkan model design and build (rancang bangun) untuk mempercepat proses konstruksi agar infrastruktur pengendali material hulu sungai ini segera tersedia sebelum potensi bencana berulang.
“Ada sekitar 100 sabo dam yang akan kita bangun di Aceh dan Sumatera Utara. Memang belum waktunya, tapi kami takut kejadian ini akan kembali berulang, sehingga kita lakukan percepatan pembangunan sabo dam dengan model design and build. Mudah-mudahan dalam waktu 2–3 bulan, tepatnya ada 108 sabo dam di tiga provinsi bisa kita bangun dan selesaikan,” jelas Dody.
Melalui langkah integrasi ini, Kementerian PU berkomitmen memastikan pemulihan infrastruktur di Sumatera tidak hanya sekadar kembali seperti semula, tetapi menjadi lebih adaptif dan tangguh terhadap ancaman bencana di masa depan.
Kerjasama dengan pemerintah daerah pun terus diperkuat guna memastikan layanan dasar dapat dinikmati masyarakat secara optimal.
Baca Juga: Komitmen TNI dalam Rehabilitasi Pascabencana: Lebih dari Sekadar Tanggap Darurat











