Waspada ‘Lapar Mata’ saat Bukber, Berikut Hidangan yang Harus Dihindari Penderita Asam Lambung

"Makanan yang harus dihindari oleh penderita GERD ketika berbuka puasa."
Berikut makanan yang harus penderita GERD hindari ketika berbuka! (Dok. Dapur KOBE)

FAKTANASIONAL.NET, LIFESTYLE – Momen buka puasa bersama (bukber) sering kali menjadi ajang “balas dendam” kuliner setelah seharian menahan lapar. Meja makan yang penuh dengan takjil manis, gorengan hangat, hingga hidangan pedas tentu sangat menggoda.

Namun, bagi penderita Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) atau asam lambung, euforia bukber bisa berubah menjadi petaka jika salah memilih menu.

Perut yang kosong selama belasan jam berada dalam kondisi sensitif, sehingga salah asupan sedikit saja bisa memicu perih di ulu hati, mual, hingga sensasi terbakar di dada (heartburn).

Agar silaturahmi tetap nyaman dan ibadah puasa esok hari tidak terganggu, berikut adalah 5 pantangan menu bukber yang wajib diwaspadai:

1. Si Merah yang Menggoda: Makanan Pedas

Sambal dan lauk berbumbu cabai memang penambah selera makan yang juara.

Baca Juga: Nostalgia Manis Ramadhan: Deretan Buah Khas yang Selalu Dinanti

Sayangnya, kandungan capsaicin dalam cabai dapat mengiritasi dinding lambung dan merangsang produksi asam lambung secara berlebih. Mengonsumsi pedas saat perut kosong adalah “lampu merah” bagi penderita maag.

2. Duo Lemak: Gorengan dan Santan Kental

Bakwan, mendoan, hingga gulai dan kolak bersantan kental adalah hidangan wajib saat bukber. Namun, makanan tinggi lemak membutuhkan waktu ekstra untuk dicerna.

Proses pencernaan yang lambat ini memberikan tekanan pada katup lambung, sehingga asam lambung lebih mudah naik kembali ke kerongkongan.