“Dalam praktiknya nanti, pembelian ini sudah tentu akan memperhatikan mekanisme-mekanisme keekonomian yang saling menguntungkan, baik menguntungkan kepada pihak Amerika Serikat dan badan usahanya, maupun dari pihak Indonesia,” tambahnya.
Di sisi lain, Pertamina selaku pelaksana teknis juga menyepakati kerja sama strategis di bidang teknologi hulu migas.
Direktur Utama Pertamina, Simon Aloysius Mantiri, menyatakan bahwa kolaborasi dengan mitra AS akan difokuskan pada pemulihan lapangan minyak lama untuk mendongkrak produksi nasional.
“Kerja sama ini tidak hanya fokus pada peningkatan produksi tapi lebih dari itu, dari transfer teknologi, dari peningkatan kapasitas sumber daya manusia, dan tentunya dengan best global practices dalam industri minyak dan gas yang bisa mendorong agar kita makin meningkatkan produksi,” jelas Simon.
Langkah ini menandai pergeseran peta kemitraan energi Indonesia yang kini lebih condong ke arah Amerika Serikat, sebagai bagian dari kesepakatan besar yang dicapai dalam kunjungan kerja Presiden Prabowo ke Washington.
Baca Juga: Pertamina–GAPULIMGI Bangun Ekosistem Nasional Minyak Jelantah untuk Energi Hijau
