Pemerintah Targetkan Tambahan 12% Saham Freeport Tanpa Biaya dan Investasi Exxon USD10 Miliar

"Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia "
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memberikan keterangannya terkait hasil kesepakatan di Washington DC (20/2/2026). (Dok. BPMI Setpres)

“Kita tahu bahwa konsentrat Freeport sekarang memproduksi 1 tahun pada saat belum terjadi musibah, itu mencapai 3,2 juta ton biji konsentrat daripada tembaga yang menghasilkan kurang lebih sekitar 900 ribu lebih tembaga dan kurang lebih sekitar 50 sampai 60 ton emas,” ucap Bahlil.

Selain Freeport, pemerintah juga tengah membahas perpanjangan operasional ExxonMobil hingga tahun 2055. Negosiasi ini berkaitan erat dengan upaya menjaga level lifting migas nasional yang saat ini berada di kisaran 170–185 ribu barel per hari.

Sebagai kompensasi perpanjangan, Exxon direncanakan akan menyuntikkan investasi tambahan sekitar USD10 miliar untuk pengembangan lapangan dan teknologi peningkatan produksi. Bahlil menegaskan seluruh proses negosiasi ini didasarkan pada mandat konstitusi.

“Tentu dalam bernegosiasi kami akan mengedepankan kepentingan negara lebih ke depan karena pasal 33, (UUD) 1945 sebagaimana apa yang diarahkan dan diperintahkan oleh Bapak Presiden adalah kita harus mengedepankan kepentingan negara,” tandasnya.

Pembahasan teknis mengenai administrasi dan detail investasi akan dilanjutkan setelah nota kesepahaman (MoU) ditandatangani, dengan proyeksi puncak produksi yang tetap diupayakan terjaga pada tahun 2035.

Baca Juga: PFA Elite Camp Bertolak ke Austria untuk Seleksi Klub

Exit mobile version