“Dengan masuknya sapi dari Australia ini, kami berharap harga daging bisa tetap stabil dan tidak mengalami kenaikan signifikan,” ujar Pramono saat meninjau bongkar muat ternak di pelabuhan.
Hingga saat ini, sebanyak 3.100 ekor sapi telah tiba di Jakarta. Jumlah tersebut merupakan bagian dari tahap awal pengadaan sebanyak 7.500 ekor yang direncanakan untuk memperkuat stok daging sapi di ibu kota.
Data menunjukkan bahwa kebutuhan daging sapi/kerbau di Jakarta mencapai 65 ton per hari pada kondisi normal.
Namun, angka ini diprediksi akan mengalami kenaikan signifikan sekitar 4 persen selama bulan Ramadan dan menjelang Lebaran.
Pramono menyebut kembalinya kerja sama langsung dengan Australia ini sebagai momentum penting bagi kemandirian pangan Jakarta.
Selain menjamin ketersediaan stok, ia juga memastikan bahwa seluruh 3.100 ekor sapi yang baru tiba tersebut telah melalui prosedur karantina ketat dan dinyatakan bebas dari Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).
Untuk menjaga transparansi, Pemprov DKI mengimbau warga untuk tidak melakukan panic buying. Masyarakat kini dapat memantau pergerakan harga dan ketersediaan stok secara real-time melalui fitur Info Pangan Jakarta di aplikasi JAKI.
Langkah preventif ini diharapkan dapat meredam inflasi pangan yang biasanya menghantui warga Jakarta setiap kali memasuki hari besar keagamaan.
Baca Juga: Kelonggaran Sertifikasi Halal Produk Impor Dinilai Ancam Industri Perunggasan Nasional
