-
Pelatihan Intensif: Memastikan lulusan siap memenuhi standar industri global.
-
Fasilitasi Keberangkatan: Menghapus hambatan biaya bagi calon pekerja migran.
-
Diplomasi Tenaga Kerja: Pertemuan dengan para duta besar untuk mengunci kuota penempatan di negara mitra.
Program ini hadir sebagai jawaban atas tantangan deindustrialisasi di dalam negeri.
Daripada membiarkan lulusan SMK terjebak dalam sektor informal atau pengangguran, pemerintah memilih untuk “mengekspor” keahlian mereka ke negara yang mengalami kekurangan tenaga kerja (labor shortage).
Dengan target yang tinggal menyisakan waktu kurang dari satu tahun hingga akhir 2026, efektivitas pengelolaan dana Rp2,6 triliun dan kecepatan pelatihan bahasa serta keterampilan akan menjadi penentu apakah ini akan menjadi solusi emas atau sekadar pelarian atas terbatasnya investasi industri di tanah air.
Baca Juga: Mencetak Jawara Digital: Kolaborasi Strategis Telkom di SMK Telkom Malang











