Fakta Nasional

Dugaan Suap Proyek DJKA: Mantan Menhub Budi Karya Mangkir Lagi

FAKTANASIONAL.NET - Proses hukum terkait kasus dugaan suap proyek jalur kereta api di Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan terus bergulir. Namun, upaya tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk memeriksa mant…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Aditya Editor: Redaksi 📍 Nasional Tuesday, 03 March 2026 📖 1 menit
Dugaan Suap Proyek DJKA: Mantan Menhub Budi Karya Mangkir Lagi
Penggeledahan dilakukan guna mencari bukti tambahan pasca-OTT kasus dugaan pemerasan izin tinggal WNA dan gratifikasi tahun 2022-2026./zul-fkn.

FAKTANASIONAL.NET - Proses hukum terkait kasus dugaan suap proyek jalur kereta api di Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan terus bergulir.

Namun, upaya tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk memeriksa mantan Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi (BKS), kembali menemui jalan buntu. Untuk ketiga kalinya, BKS tidak hadir memenuhi panggilan penyidik pada Senin (2/3/2026).

Pihak KPK melalui juru bicara Budi Prasetyo mengonfirmasi bahwa ketidakhadiran BKS kali ini disebabkan oleh alasan kesehatan. Sebelumnya, BKS telah mangkir pada pertengahan dan akhir Februari dengan alasan agenda yang sudah terjadwal.

Meski telah memberikan konfirmasi lisan, tim penyidik masih akan melakukan verifikasi terkait surat keterangan sakit yang dilampirkan guna memastikan prosedur hukum tetap berjalan sesuai aturan.

Nama Budi Karya Sumadi mencuat dalam persidangan kasus suap DJKA setelah disebut dalam putusan Pengadilan Tipikor Bandung. Keterangan saksi dalam persidangan tersebut mengarah pada adanya pertemuan strategis yang melibatkan pihak kementerian.

KPK menegaskan akan terus menjadwalkan ulang pemeriksaan karena keterangan BKS sangat dibutuhkan untuk membuat terang benderang perkara korupsi di lingkungan perkeretaapian ini.[dit]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK