“Setiap tahapan adopsi teknologi akan dijalankan secara prudent, mengedepankan tata kelola yang baik serta kepatuhan terhadap seluruh regulasi yang berlaku, sehingga dapat memberikan nilai jangka panjang bagi ekosistem digital nasional,” tambahnya.
CEO Mitratel, Theodorus Ardi Hartoko, menegaskan bahwa langkah ini memperkuat posisi Mitratel dalam ekosistem infrastruktur digital Indonesia.
Menurutnya, perpanjangan MoU ini memberikan waktu yang cukup untuk menyelaraskan peta jalan teknologi yang inovatif.
“Kesepahaman ini memberikan landasan yang lebih kokoh bagi kedua pihak untuk menyusun peta jalan implementasi yang terukur dan berorientasi jangka panjang,” jelas Theodorus.
Kolaborasi ini diharapkan menjadi solusi efektif untuk mempercepat transformasi digital Indonesia, terutama dalam menjangkau area-area yang sulit dijangkau oleh infrastruktur kabel serat optik atau menara telekomunikasi konvensional.
