Ketum MUI Serukan Persatuan Nasional dan Politik Bebas Aktif di Tengah Geopolitik Global

Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) K.H. Anwar Iskandar./Dok. Nulondalo.com

“Nah, hari ini saya kira momentum terbaik bagi kita sekalian untuk merajut sebuah kebersamaan antara kita semuanya. Antara kita para ulama dengan umara yang dipimpin oleh Presiden Prabowo. Antara kita dipimpin TNI yang dibimbing oleh Panglima TNI Jenderal Agus. Antara kita dengan Polri yang dibimbing oleh Pak Listyo Sigit,” ucap Anwar.

Ikhtiar Spiritual di Bulan Ramadan

Selain langkah strategis dan koordinatif, Anwar mengajak masyarakat untuk memperkuat doa demi keselamatan kepemimpinan nasional dan seluruh rakyat Indonesia agar terhindar dari musibah yang melanda banyak negara lain.

“Lebih-lebih ini pada bulan Ramadan jangan sampai musibah yang terjadi di mana-mana yang ujungnya adalah membuat kesengsaraan yang tidak berhenti itu terjadi di sini. Sangat penting kita sekalian untuk mendekatkan diri kepada Allah. Memohon keselamatan bagi kita semua, bagi pemimpin kita, bagi rakyat kita, bagi negara kita,” tuturnya.

Menutup pernyataannya, ia menegaskan bahwa Indonesia tidak memiliki pilihan selain bersatu dan saling bergandeng tangan guna menghadapi tantangan zaman yang semakin berat.