Lampung Dikepung Banjir: 23 Desa dan Kelurahan Terendam, Satu Warga Tewas

  • ​DiKota Bandar Lampung: Banjir menyapu 13 kecamatan dan 17 kelurahan. Wilayah seperti Sukarame, Rajabasa, dan Kedamaian menjadi beberapa titik yang terdampak cukup parah.
  • ​Di Kabupaten Lampung Selatan: Dua kecamatan, yakni Jati Agung dan Tanjung Bintang, terendam air. Sedikitnya 444 kepala keluarga terdampak dengan jumlah rumah rusak yang mencapai angka serupa.

​Evakuasi dan Pencarian Korban

​Tim BPBD dari tingkat kota hingga provinsi bersama TNI, Polri, dan relawan langsung dikerahkan ke lokasi untuk mengevakuasi warga yang terjebak genangan.

Fokus utama saat ini, selain pendataan kerusakan, adalah pencarian korban yang hilang.

​”Kondisi banjir di sebagian wilayah dilaporkan mulai berangsur surut. Meski demikian, proses evakuasi dan pendataan kerugian masih terus dilakukan oleh petugas di lapangan,” ujar Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, Ph.D.

Status Siaga Darurat Hingga Juli 2026

​Perlu diketahui bahwa Provinsi Lampung saat ini masih berada dalam status Siaga Darurat Bencana Hidrometeorologi.

Status ini telah diperpanjang melalui Keputusan Gubernur Lampung dan akan terus berlaku hingga 27 Juli 2026.

​Penetapan status jangka panjang ini merupakan langkah antisipasi mengingat tingginya potensi cuaca ekstrem yang dapat memicu banjir bandang maupun tanah longsor di wilayah tersebut.

​BNPB kembali mengingatkan masyarakat, terutama yang tinggal di dekat aliran sungai, untuk selalu waspada terhadap kenaikan debit air yang tiba-tiba saat hujan deras kembali turun.

Warga diminta untuk terus memantau informasi resmi dari BPBD dan BMKG guna meminimalisir risiko jatuhnya korban lebih lanjut.