Rutan Mempawah Terindikasi Bermain Dengan Edy Chao Bos Oli Palsu

Rutan Mempawah Terindikasi Bermain Dengan Edy Chao Bos Oli Palsu/(Foto: Ist)

FAKTANASIONAL.NET – Pengalihan penahanan Edy Mulyadi alias Edy Chao, terdakwa perkara dugaan peredaran oli palsu, dari Rutan Mempawah menjadi tahanan kota sempat memicu reaksi keras masyarakat, masyarakat mengetahui ini hanya “akal-akalan” saja.

Keputusan itu salah satunya didasarkan pada rekomendasi kesehatan dokter Rutan Kelas IIB Mempawah yang berada di bawah tanggung jawab Kepala Rutan.

Dalam Penetapan Nomor 264/Pid.Sus/2026/PN Mpw tertanggal 27 Juli 2026, majelis hakim mempertimbangkan kondisi kesehatan Edy Chao berdasarkan rekomendasi dokter Rutan Mempawah.

Surat Rekomendasi Perawatan Keluar Rumah Tahanan yang dikeluarkan dr. Daman Gregorius Manik, dokter Rutan Kelas IIB Mempawah, menyebut Edy Chao mengalami low back pain yang dicurigai akibat HNP dengan diagnosis banding spasme otot. Karena pengobatan di klinik rutan tidak menghilangkan nyeri, Edy direkomendasikan menjalani pemeriksaan lanjutan di RSUD dr. Rubini Mempawah.

Edy chao sehabis sidang persiapan memasuki sel di rutan mempawah. (Dok. Ist)Edy chao sehabis sidang persiapan memasuki sel di rutan mempawah. (Dok. Ist)

Sehari kemudian, 24 Juli 2026, dr. Ima Damayanti, Sp.N, menerbitkan Surat Keterangan Diagnosa yang menyatakan Edy Chao mengalami LBP ec HNP dan telah diperiksa di Poliklinik Saraf RSUD dr. Rubini.

Dua dokumen medis tersebut menjadi dasar pertimbangan majelis hakim mengalihkan penahanan Edy Chao dari rutan menjadi tahanan kota. Namun, kondisi Edy Chao saat menjalani tahanan kota kemudian kembali menjadi perhatian.

Dua dokumen medis tersebut kemudian menjadi bagian dari pertimbangan majelis hakim sebelum mengalihkan status penahanan Edy Chao dari tahanan rutan menjadi tahanan kota.

Namun, kondisi Edy Chao ketika menjalani tahanan kota justru menjadi pertanyaan baru.

Sejumlah narasumber yang ditemui Fakta Kalbar mengaku melihat Edy Chao beraktivitas di luar rumah selama menjalani tahanan kota.

Rudi mengatakan melihat Edy Chao makan di sebuah rumah makan di mempawah setelah sidang.

“Saya melihat dia makan di rumah makan. Kondisinya terlihat biasa saja,” ujar Rudi.

Sementara Wawan mengaku melihat Edy Chao berjalan-jalan ke Mega Mall. “Saya melihat Edy Chao berada di Mega Mall. Dia terlihat bisa berjalan dan beraktivitas seperti biasa,” kata Wawan.

Sedangkan Aci mengaku melihat Edy Chao berolahraga. “Saya melihat dia berolahraga. Dari yang saya lihat, aktivitasnya cukup normal dan tidak terlihat sedang kesakitan,” ujar Aci.

Ketiga narasumber tersebut mengatakan aktivitas Edy Chao selama menjalani tahanan kota menjadi perhatian masyarakat karena sebelumnya alasan kesehatan menjadi dasar pengalihan status penahanannya.

Kecurigaan publik pun berkembang pada proses awal keluarnya Edy Chao dari Rutan Mempawah. Sebab, rekomendasi dokter rutan menjadi bagian penting sebelum terdakwa mendapatkan pemeriksaan lanjutan di RSUD dr. Rubini Mempawah dan akhirnya status penahanannya dialihkan menjadi tahanan kota.

“Yang dipertanyakan bukan hanya keputusan hakim. Publik juga ingin tahu bagaimana proses rekomendasi kesehatan itu dibuat sejak dari rutan sampai ke rumah sakit. Kalau memang kondisi sakitnya seperti yang tertulis, tentu harus bisa dijelaskan secara medis,” ujar Rudi menambahkan.

Akhirnya, pada Selasa, 4 Agustus 2026, majelis hakim kembali mengalihkan status penahanan Edy Chao dari tahanan kota menjadi tahanan rutan.

Dalam persidangan, majelis hakim menilai terdakwa tidak mematuhi syarat yang telah ditetapkan selama menjalani tahanan kota. Salah satunya, terdakwa disebut keluar dari wilayah tempat menjalani tahanan kota tanpa izin.

Keputusan mengembalikan Edy Chao ke Rutan Mempawah tersebut membuat persoalan rekomendasi kesehatan sebelumnya kembali menjadi perhatian.