Menpora Erick Thohir Dukung Malang Half Marathon 2026: Soroti Prestasi, Kesehatan, dan Sport Tourism

/Dok. Kemenpora

FAKTANASIONAL.NET – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI, Erick Thohir, memberikan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan ajang lari Ms Glow For Men Malang Half Marathon 2026.

Menpora menilai ajang ini memberikan dampak positif bagi ekosistem olahraga nasional melalui tiga perspektif utama yaitu prestasi, kesehatan masyarakat, dan industri pariwisata.

Dukungan tersebut disampaikan dalam konferensi pers yang digelar di St Regis, Jakarta Selatan, Senin (9/3/2026) sore.

1. Penguatan Prestasi Atlet Nasional

Erick Thohir mengapresiasi langkah penyelenggara yang melibatkan pelari nasional dalam kompetisi ini. Menurutnya, ajang maraton sering kali didominasi oleh pelari asing, namun kali ini menjadi panggung bagi atlet lokal untuk mengasah kemampuan.

“Sebagai Menpora, tentu saja melihat prestasinya penting. Apalagi dalam lomba maraton ini juga melibatkan pelari nasional. Biasanya kan membawa pelari asing. Karena ada beberapa pelari yang kemarin menang di SEA Games itu berlatih di Kenya. Jadi lomba ini mendukung secara prestasi. Ini luar biasa,” terang Menpora Erick.

2. Memasyarakatkan Olahraga

Perspektif kedua yang ditekankan Menpora adalah upaya meningkatkan indeks olahraga Indonesia yang saat ini baru mencapai 17 persen.

Baca Juga: Siasat Olahraga Nyaman di Bulan Ramadan: Mengapa Setelah Berbuka Jadi Waktu Terbaik?

Angka ini dinilai masih sangat rendah jika dibandingkan dengan Jepang yang mencapai 65 persen.

“Jepang itu 65 persen berolahraga, padahal umur penduduknya makin tua. Di Indonesia olahraganya masih 17 persen. Artinya kompleksitas kesehatan orang Indonesia akan terdampak ketika penduduk kita piramidanya berubah, lebih banyak yang tua. Makanya mengolahragakan masyarakat itu yang penting,” jelasnya.

3. Potensi Besar Sport Tourism

Menpora melihat sport tourism sebagai mesin ekonomi baru yang sangat potensial bagi Indonesia. Penggabungan antara kegiatan olahraga dengan keindahan alam serta kekayaan kuliner daerah dianggap mampu menciptakan dampak ekonomi hingga ratusan miliar rupiah.

Exit mobile version