JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET – Mantan Wakil Ketua Komisi XI DPR RI, Achmad Hafisz Tohir menilai, ada sejumlah faktor yang perlu menjadi perhatian pemerintah dalam menjaga kepercayaan investor dan stabilitas perekonomian nasional.
Hafisz Tohir mengungkapkan, diantaranya seperti, sinkronisasi kebijakan, penguatan penerimaan negara, serta pengelolaan fiskal yang disiplin menjadi aspek penting agar risiko terhadap perekonomian dapat diminimalkan.
“Kebijakan yang diterbitkan berbagai otoritas saat ini masih memerlukan sinkronisasi karena belum seluruhnya mendorong pertumbuhan ekonomi,” kata Hafisz Tohir melalui keterangannya, Rabu (1/7/2026).
Hafisz Tohir menilai kredibilitas bauran kebijakan fiskal dan moneter masih perlu diperkuat sehingga mampu memberikan kepastian bagi dunia usaha dan pelaku pasar.
Selain itu, tokoh asal sumatera selatan yang akrab disapa Bang HT ini juga menyoroti kondisi penerimaan negara yang dinilai masih relatif lemah dibandingkan negara-negara dengan peringkat BBB.
Menurut Hafisz Tohir, rasio pajak Indonesia masih rendah, sehingga pemerintah perlu mengidentifikasi berbagai sumber kebocoran penerimaan, bukan dengan menaikkan beban pajak.
“Bahwa polemik mengenai pengalihan dividen BUMN ke Danantara yang dinilai perlu mendapat perhatian,” tuturnya lagi
Dari sisi fiskal, Hafisz Tohir mengingatkan adanya potensi risiko apabila target pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen diiringi dengan peningkatan belanja sosial, termasuk program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Kondisi tersebut, menurut dia, berpotensi memperlebar defisit anggaran hingga mendekati 3 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) pada 2026.
