Dilansir pada 14 Maret 2026, Alif menilai ada pihak yang mencoba “memancing di air keruh” dengan melakukan aksi kekerasan saat pemerintah sedang fokus pada program kerakyatan.
Ia menegaskan bahwa selama ini pemerintah justru terbuka dan sering merangkul suara kritis sebagai penyeimbang kebijakan.
Oleh karena itu, pengungkapan motif dan penangkapan pelaku menjadi harga mati agar tidak muncul opini publik bahwa negara sedang melakukan pembungkaman terhadap suara-suara aktivis.[dit]
