Tensi Timur Tengah Memanas: Harga Minyak Dunia Tembus 100 Dolar AS Akibat Blokade Selat Hormuz

Harga Minyak Mentah Dunia Naik Signifikan/(ilustrasi/@pixabay)

FAKTANASIONAL.NET – Pasar energi global kembali terguncang. Harga minyak mentah dunia melesat tajam setelah Iran mempertegas penutupan jalur pelayaran vital di Selat Hormuz.

Hingga Sabtu (14/3/2026), harga minyak jenis Brent untuk kontrak Mei resmi ditutup di level 103,14 Dolar AS per barel (naik 2,67%), sementara West Texas Intermediate (WTI) melonjak 3,11% ke posisi 98,71 Dolar AS per barel.

Drama Salah Informasi di Selat Hormuz

Kenaikan harga ini sempat mengalami fluktuasi dramatis dalam sehari. Pada pagi hari, harga sempat melandai akibat laporan keliru yang menyebutkan sebuah kapal tanker India berhasil menembus Selat Hormuz. Namun, pasar kembali bereaksi negatif setelah diketahui kapal tersebut sebenarnya berlayar dari Oman dan sama sekali tidak melewati jalur blokade.

Secara kumulatif dalam sepekan, harga minyak Brent telah melonjak sekitar 11,27%, sementara WTI meningkat 8% dibandingkan penutupan 6 Maret lalu.

Respons Washington dan Nasib Minyak Rusia

Pemerintah Amerika Serikat mencoba mengambil langkah darurat untuk menstabilkan pasar.

Washington menerbitkan lisensi khusus selama 30 hari yang mengizinkan negara-negara membeli minyak Rusia yang saat ini tertahan di laut.

Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, menegaskan bahwa kebijakan ini merupakan upaya penyelamatan pasar.

“Langkah ini bertujuan menstabilkan pasar energi global yang terguncang oleh perang,” ujar Bessent.

Utusan Rusia, Kirill Dmitriev, mengungkapkan bahwa terdapat sekitar 100 juta barel minyak Rusia yang terdampak kebijakan ini—jumlah yang hampir setara dengan total produksi minyak dunia dalam satu hari.

Namun, analis komoditas dari SEB, Bjarne Schieldrop, menilai kebijakan ini tidak akan memberikan dampak instan pada volume pasokan.

Exit mobile version