Secara total, lebih dari 70.000 unit bangunan sipil dilaporkan rusak, meninggalkan ribuan warga tanpa tempat tinggal.
Angka korban luka-luka kini telah menembus 18.000 orang, memicu kekhawatiran akan kolapsnya sistem kesehatan di Iran jika bantuan internasional tidak segera masuk untuk menangani krisis ini secara darurat.
Konflik yang dipicu oleh serangan gabungan pada 28 Februari 2026 ini—yang menewaskan pemimpin tertinggi Ali Khamenei—kini memasuki pekan ketiga tanpa ada tanda-tanda mereda.
Belum ada satu pun pihak, baik Iran, AS, maupun Israel, yang duduk di meja perundingan untuk membahas gencatan senjata.
Absennya suara lembaga hak asasi manusia internasional menjadi kekecewaan besar bagi rakyat Iran.
Dengan posisi kedua belah pihak yang masih saling membalas serangan ke pangkalan-pangkalan militer di kawasan Timur Tengah, dunia kini menyaksikan tragedi kemanusiaan yang terus bertambah setiap jamnya tanpa kepastian kapan desing peluru akan berakhir.[dit]
