Mudik Idulfitri 2026 Jadi Motor Ekonomi, Konsumsi Rumah Tangga Diprediksi Melonjak 20 Persen

/maucash.

FAKTANASIONAL.NET – Pergerakan massal masyarakat pada momentum Idulfitri 1447 H atau tahun 2026 diproyeksikan menjadi instrumen strategis dalam memacu pertumbuhan ekonomi nasional.

Pemerintah optimistis fenomena mudik tahun ini akan melampaui capaian tahun-tahun sebelumnya, sekaligus memperkuat target pertumbuhan ekonomi tahunan di angka 5,5–5,6 persen (yoy).

Juru Bicara Kemenko Perekonomian, Haryo Limanseto, menyatakan bahwa karakteristik mudik yang terencana memberikan efek pengganda (multiplier effect) yang signifikan pada sektor riil, mulai dari transportasi hingga pelaku UMKM di daerah.

“Peningkatan aktivitas tersebut juga berkontribusi pada kenaikan pendapatan dari sektor perdagangan dan jasa. Setiap pengeluaran pemudik menciptakan efek pengganda yang memberikan dampak berlapis bagi pelaku ekonomi,” ujar Haryo di Jakarta, Senin (23/3/2026).

Lonjakan Konsumsi dan Distribusi Uang ke Daerah

Berdasarkan tren historis, periode Lebaran memicu percepatan perputaran uang (velocity of money) yang luar biasa.

Konsumsi rumah tangga selama masa ini diperkirakan meningkat 15-20 persen dibandingkan bulan biasa.

Kondisi ini didorong oleh tingginya hasrat konsumsi masyarakat Indonesia (Marginal Propensity to Consume), yang berdampak langsung pada kenaikan pendapatan UMKM di daerah hingga kisaran 50-70 persen. Merujuk pada kajian Badan Pusat Statistik (BPS), aktivitas mudik secara konsisten menyumbang sekitar 1,5 persen terhadap pertumbuhan ekonomi nasional secara tahunan.

“Dengan potensi yang besar tersebut, sinergi kebijakan serta penguatan peran UMKM menjadi kunci untuk mengoptimalkan momentum mudik Lebaran guna mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan,” tambah Haryo.

Stimulus Fiskal dan Kebijakan Pendukung

Untuk memastikan momentum ini berjalan optimal, pemerintah telah mengucurkan sejumlah stimulus besar, di antaranya: