Akibatnya, harga minyak Brent yang sebelumnya bertengger di 104,49 Dolar AS per barel mulai terpangkas ke kisaran 100,07 Dolar AS. Begitu pula dengan WTI yang turun ke level 88,41 Dolar AS karena investor mulai memperhitungkan peluang damai.
Namun, pelaku pasar dilarang lengah. Pihak Iran dikabarkan membantah adanya negosiasi tersebut, yang artinya risiko kegagalan diplomasi masih sangat tinggi.
Jika konflik terus berlanjut tanpa solusi hingga akhir April, para analis memprediksi harga minyak Brent bisa meledak hingga 150 Dolar AS per barel. Angka ini akan melampaui rekor sejarah tahun 2008 dan berpotensi memicu krisis inflasi global yang sangat parah di masa depan.[dit]










