Jaga Kepercayaan Publik, Badan Gizi Nasional Perketat Sidak dan Standarisasi Program Makan Bergizi Gratis

Ilustrasi Makan Bergizi Gratis (MBG)/net.

“Saya sangat setuju dengan sidak yang dilakukan BGN akhir-akhir ini. Kita perlu standarisasi SPPG, baik dari sisi menu maupun cara kerja, termasuk higienitas yang harus dijaga. Jika memang ada SPPG yang tidak memenuhi standar, langkah BGN untuk menutup sementara atau mengevaluasi total adalah metode perbaikan yang sangat tepat untuk ke depannya,” tegas Fajar.

Temuan di Lapangan: Dapur Tidak Layak Direlokasi

Ketegasan BGN terbukti dalam salah satu sidak yang dipimpin oleh Direktur Wilayah II Deputi Pemantauan dan Pengawasan BGN, Brigjen TNI Albertus Dony Dewantoro.

Dalam tinjauannya, ditemukan unit dapur yang jauh dari standar kesehatan, mulai dari aspek seragam pekerja hingga sanitasi tempat memasak.

Dony tidak segan memberikan instruksi keras untuk segera melakukan perbaikan menyeluruh pada titik-titik yang bermasalah.

“Dari sini saja sudah terlihat kondisi dapurnya. Tempat memasak ada di lantai dan terbuka. Ini harus direlokasi,” tegas Dony saat meninjau salah satu titik layanan.

Komitmen Pelayanan Gizi Prima

BGN menegaskan bahwa pengawasan ketat ini bertujuan untuk memastikan setiap rupiah anggaran negara bertransformasi menjadi layanan gizi yang prima bagi generasi muda Indonesia.

Dengan adanya evaluasi rutin dan sidak tanpa pemberitahuan, diharapkan seluruh SPPG dapat memberikan pelayanan yang seragam, higienis, dan tepat waktu di seluruh wilayah Indonesia.