“Saya tidak pernah takut terhadap bentuk teror apa pun. Kami berdiri bersama Andri Yunus untuk mencari keadilan dan kebenaran,” tegasnya.
Ia menyayangkan adanya praktik premanisme digital yang mencoba membungkam nalar kritis mahasiswa.
Menurutnya, intimidasi ini justru menjadi indikator kuat adanya pihak-pihak yang merasa terganggu oleh pengungkapan fakta kasus tersebut.
Komitmen Mengawal Keadilan
Bagi Badko HMI Sumut, insiden ini bukan sekadar serangan terhadap individu, melainkan serangan terhadap demokrasi dan keberanian dalam memperjuangkan hak asasi manusia.
“Ini bukan hanya soal individu, tapi soal keberanian memperjuangkan kebenaran. Kami akan tetap berada di garis depan,” tutup Yusril.
Hingga berita ini diturunkan, pihak HMI Sumut tengah mempertimbangkan langkah-langkah selanjutnya untuk memastikan keamanan fungsionaris mereka sembari terus mendorong kepolisian mengusut tuntas kasus penyiraman air keras tersebut.










