Fakta Nasional

Badai Geopolitik Global! Presiden Prabowo Pasang Badan Pastikan BBM dan LPG 3 KG Tidak Naik

FAKTANASIONAL.NET - Ketegangan militer di Timur Tengah yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran telah memasuki pekan kelima sejak akhir Februari 2026. Konflik ini memicu lonjakan harga energi dunia yang mengancam stabilitas ekonomi domestik…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Aditya Editor: Redaksi 📍 Nasional Friday, 03 April 2026 📖 1 menit
Badai Geopolitik Global! Presiden Prabowo Pasang Badan Pastikan BBM dan LPG 3 KG Tidak Naik
Update Harga LPG

FAKTANASIONAL.NET - Ketegangan militer di Timur Tengah yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran telah memasuki pekan kelima sejak akhir Februari 2026.

Konflik ini memicu lonjakan harga energi dunia yang mengancam stabilitas ekonomi domestik. Namun, di tengah situasi sulit ini, Pemerintah Indonesia mengambil langkah berani untuk melindungi daya beli masyarakat kecil.

Kekhawatiran akan kelangkaan gas elpiji melon dan BBM subsidi memicu reaksi dari berbagai elemen masyarakat. Pada Kamis, 2 April 2026, Ketua Umum APKLI-P, dr. Ali Mahsun, mendatangi Dewan Energi Nasional (DEN) untuk mendesak langkah antisipasi konkret.

Ia memperingatkan bahwa rakyat kecil adalah pihak yang paling rentan terkena dampak jika terjadi gangguan distribusi energi akibat gejolak global tersebut.

Merespons situasi tersebut, Presiden Prabowo Subianto secara tegas menginstruksikan bahwa tidak akan ada kenaikan harga BBM dan LPG subsidi dalam waktu dekat, 3/4.

Meski kebijakan ini diprediksi akan membebani APBN hingga Rp120 triliun, pemerintah memilih untuk "pasang badan" demi menjaga stabilitas nasional. Langkah ini dipandang sebagai bukti nyata keberpihakan pemimpin terhadap kesejahteraan rakyat di tengah krisis energi yang menghantui dunia.[dit]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK