Daerah  

Wali Kota Eri Cahyadi Rotasi 78 Pejabat Pemkot Surabaya: Loyalitas Hanya untuk Rakyat

/(pixabay)

FAKTANASIONAL.NET – Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, melakukan rotasi besar-besaran di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya. Sebanyak 78 pejabat resmi berpindah tugas, yang terdiri dari tujuh pejabat eselon II atau Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama, serta 71 pejabat eselon III dan IV.

Eri menegaskan bahwa perombakan struktur ini bukan sekadar penyegaran organisasi, melainkan langkah strategis untuk mengantisipasi sejumlah pejabat yang memasuki masa purna tugas serta memacu percepatan kinerja pelayanan publik.

“Rotasi ini untuk percepatan kinerja. Setiap jabatan harus diisi orang yang tepat sesuai kompetensinya,” tegas Eri di Surabaya, Kamis (2/4/2026).

Fokus pada Hasil Nyata (Output & Outcome)

Dalam arahannya, Eri meminta seluruh jajaran untuk meninggalkan pola kerja teoritis. Ia menekankan bahwa setiap program pemerintah harus memiliki indikator keberhasilan yang terukur dan berdampak langsung hingga ke tingkat Rukun Warga (RW).

Eri juga menetapkan standar evaluasi yang ketat. Jika dalam waktu tiga bulan seorang pejabat tidak mampu menunjukkan hasil optimal, maka Pemkot tidak segan untuk melakukan penggantian kembali.

“Tidak ada lagi kerja tanpa output dan outcome. Semua harus terukur. Tidak boleh ada warga miskin yang tidak tertangani, tidak boleh ada stunting tanpa intervensi, dan tidak boleh ada warga yang kesulitan makan atau biaya sekolah,” ujarnya.

Loyalitas Bukan untuk Atasan

Mantan Kepala Bappeko Surabaya ini memberikan pesan menohok terkait integritas ASN. Ia mengingatkan bahwa pengabdian seorang pejabat publik sepenuhnya milik masyarakat, bukan milik pimpinan secara personal.

“Loyalitas hanya satu, kepada masyarakat Surabaya, bukan kepada wali kota, wakil wali kota, atau sekda,” kata Eri.

Program Prioritas dan Tenggat Waktu

Mulai 7 April 2026, para pejabat baru diinstruksikan untuk langsung tancap gas melaksanakan program prioritas, antara lain:

Exit mobile version