Prabowo tidak sekadar berdiplomasi, melainkan melakukan pengawasan ketat terhadap dinamika global demi mengamankan posisi domestik Indonesia di kancah dunia.
Menariknya, kepemimpinan Prabowo dinilai sejalan dengan konsep Gerpolek (Gerilya, Politik, dan Ekonomi) warisan Tan Malaka. Dalam konteks ini, “gerilya” diartikan sebagai manuver non-konvensional seperti pengendalian opini dan penguatan jaringan informasi.
Dengan politik yang terkonsolidasi dan ekonomi sebagai fondasi kemandirian, Prabowo sedang memetakan kekuatan luar secara diam-diam sambil mengunci stabilitas dari dalam negeri.[dit]











