Dunia Mengecam Israel! Spanyol Desak Putus Hubungan, Trump Pasang Badan untuk Netanyahu

Tragedi di Jalur Evakuasi: Ribuan Warga Lebanon Selatan Terjepit Macet 18 Jam/(instagram)

FAKTANASIONAL.NET – Dunia baru saja menarik napas lega ketika gencatan senjata dua pekan antara Amerika Serikat dan Iran diumumkan.
Harapan sempat muncul: mungkin Timur Tengah akan memasuki jeda dari kobaran perang.
Tapi harapan itu runtuh hanya dalam hitungan jam.

Pada 8 April 2026, Israel meluncurkan serangan besar-besaran ke Lebanon.
Sedikitnya 254 orang tewas, lebih dari 1.165 terluka.
Beirut kembali diguncang ledakan, rumah sakit lumpuh dibanjiri korban, dan dunia internasional pun bereaksi keras.

Dari Eropa, kemarahan datang terbuka.
Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez menuduh Benjamin Netanyahu telah menghina nilai kehidupan dan hukum internasional, bahkan mendesak Uni Eropa menangguhkan hubungan asosiasi dengan Israel.
Presiden Prancis Emmanuel Macron juga bersuara tegas:
Lebanon, katanya, seharusnya sepenuhnya masuk dalam cakupan gencatan senjata.
Baginya, serangan ini adalah ancaman langsung bagi perdamaian yang baru saja dirintis.

Turkiye menilai serangan itu sebagai sabotase terhadap upaya damai.
Mesir menyebutnya sebagai langkah sembrono yang menyeret kawasan menuju kekacauan total.
Qatar mengecamnya sebagai eskalasi brutal dan pelanggaran nyata terhadap hukum internasional.

Dari markas PBB, alarm bahaya juga dibunyikan.
Sekjen António Guterres melalui jajaran PBB mengecam serangan terhadap wilayah sipil dan pasukan penjaga perdamaian, menegaskan bahwa tindakan semacam itu dapat masuk kategori kejahatan perang.

Namun yang paling mencolok adalah pecahnya perbedaan tafsir soal gencatan senjata. Amerika Serikat membela Israel.
Presiden Donald Trump menyatakan Lebanon tidak termasuk dalam kesepakatan dengan Iran, dengan alasan Hizbullah adalah entitas terpisah.
Israel pun memakai argumen yang sama: perang melawan Hizbullah tetap berjalan.

Exit mobile version