FAKTANASIONAL.NET – Sosok pengusaha berinisial AS, yang kerap dijuluki “Raja Tambang”, tengah menjadi sorotan tajam di Kalimantan Barat.
Di tengah pusaran dugaan kuat aktivitas tambang bauksit dan emas ilegal, AS santer disebut-sebut sering memamerkan kedekatannya dengan Presiden Prabowo Subianto dan Kapolri.
Namun, klaim sepihak ini justru berbanding terbalik dengan kenyataan di lapangan.
Bermodalkan foto kampanye bersama Presiden di WhatsApp dan pajangan foto Kapolri di kantornya, AS diduga menggunakan nama petinggi negara untuk memuluskan bisnis.
Namun, perlindungan yang diklaim itu seolah runtuh. Direktorat Jenderal Penegakan Hukum Kementerian ESDM kini telah menaikkan status dugaan tambang bauksit ilegal PT Enggang Jaya Makmur (EJM) ke tahap penyidikan.
Langkah lebih tegas dilakukan pada Kamis (12/2/2026). Tim Satgas PKH Halilintar bersama aparat Kementerian ESDM resmi menyegel dan menghentikan sementara seluruh operasi tambang PT Quality Sukses Sejahtera (QSS) di wilayah Tayan Hilir, Kabupaten Sanggau.
Merespons hal tersebut, Ketua Gerakan Nasional Pemberantasan Korupsi (GNPK) Kalbar, M. Rifal, pada Selasa, 25 Februari 2026, menegaskan bahwa penyegelan ini adalah bukti nyata pemerintah konsisten memberantas tambang ilegal.
“Kalau benar dekat, tidak mungkin perusahaannya disegel dan diproses hukum,” tegas Rifal.
Selain jeratan hukum perusahaannya, keluarga AS turut memicu polemik publik. Sang anak berinisial RKH secara terang-terangan kerap memamerkan gaya hidup super mewah di media sosial.
Unggahannya dipenuhi pameran koleksi supercar, motor gede (moge), hingga agenda perjalanan eksklusif ke luar negeri.
Fenomena memamerkan harta ini dinilai sangat melukai nurani masyarakat luas. Rifal mengkritik keras ironi di mana kekayaan alam Kalbar diduga dikeruk habis demi kemewahan segelintir keluarga, sementara mayoritas warga masih hidup miskin.
“Kekayaan daerah seharusnya untuk kesejahteraan rakyat, bukan segelintir orang,” pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan, AS yang tercatat dalam kepengurusan PT EJM dan PT QSS belum memberikan tanggapan resmi.[dit]
Sumber : FAKTA KALBAR











