“Jadi kami menggandakan upaya itu. Karena saya pikir dalam jangka panjang, Mekah akan selalu menjadi Mekah, itu akan selalu menjadi investasi yang sangat baik,” lanjutnya.
Alokasi Dana dan Strategi Ketahanan Energi
Tahun ini, Danantara berencana mengucurkan dana investasi sebesar 14 miliar Dolar AS ke berbagai sektor aset strategis.
Mengingat dampak konflik di Timur Tengah diprediksi masih akan terasa hingga 12 bulan ke depan, Danantara mengalihkan arah investasi pada penguatan ketahanan energi nasional.
Langkah ini mencakup dukungan penuh terhadap pembangunan infrastruktur digital dan pengembangan ekosistem kecerdasan buatan (AI). Selain itu, sektor mineral kritis juga menjadi prioritas utama guna memastikan Indonesia memiliki posisi tawar yang kuat dalam rantai pasok energi global masa depan.
Sinergi Global dengan Kekuatan Dunia
Danantara juga terus memperkuat jaringan melalui kemitraan internasional.
Salah satu kerja sama yang menonjol adalah dengan China Investment Corporation (CIC), di mana kedua pihak sepakat untuk mengalokasikan masing-masing sekitar 500 juta Dolar AS dalam proyek bersama.
Di sektor properti, Danantara menjalin kolaborasi dengan Qatar Investment Authority untuk menggarap berbagai proyek strategis di dalam negeri.
Sementara itu, hubungan dengan Rusia melalui Russian Direct Investment Fund (RDIF) dilaporkan terus menguat pasca-kunjungan Presiden Prabowo ke Moskow, meski saat ini kedua pihak masih dalam tahap menunggu tindak lanjut konkret untuk implementasi kerja sama di lapangan.











