Kekecewaan semakin kental terdengar melalui yel-yel demonstran yang mengkritik tajam kegagalan pemerintah dalam menangani nasib para sandera yang hingga kini masih tertahan di Jalur Gaza.
Gerakan protes ini dimotori oleh lembaga pengawas antikorupsi, Movement for Quality Government, bersama aliansi masyarakat sipil lainnya. Aksi solidaritas serupa juga pecah di Yerusalem dan Horev Center, Haifa, yang dihadiri ribuan orang.
Di tengah badai protes domestik, situasi politik Israel kian terpojok. Sejak November 2024, International Criminal Court (ICC) secara resmi telah merilis surat perintah penangkapan untuk Netanyahu dan mantan Menteri Pertahanan Yoav Gallant terkait dugaan kejahatan kemanusiaan dan kejahatan perang di Gaza.
Selain itu, Israel juga sedang berhadapan dengan tuntutan kasus genosida di Mahkamah Internasional atas serangan mematikan di Palestina.
Namun, di hadapan tuntutan rakyatnya sendiri, Netanyahu tetap bersikeras menolak pembentukan komisi penyelidikan negara untuk peristiwa 7 Oktober 2023 tersebut. Ia berdalih bahwa komite semacam itu tidak akan bekerja secara objektif dan akan sangat bias dalam menilai kebijakannya.[dit]










