Artinya, ekspansi industri pasca-MBG tidak terdistribusi secara merata kepada peternak kecil, melainkan memperkuat posisi dominan para penguasa pasar.
Jika kita membedah anggaran MBG tahun 2026 yang mencapai Rp335 triliun, proyeksi aliran dananya semakin mencengangkan. Dengan asumsi biaya bahan baku protein (ayam dan telur) menyerap 40-50% dari belanja operasional, diperkirakan ada dana sebesar Rp71,5 hingga Rp111,7 triliun yang berputar di sektor ini.
Secara matematis, sekitar Rp41,6 triliun hingga Rp68,4 triliun dana publik berpotensi terkonsentrasi hanya pada dua perusahaan besar. Hal ini memicu kekhawatiran bahwa desain fiskal MBG justru memperlebar ketimpangan ekonomi alih-alih memberdayakan sektor riil secara luas.[dit]
Jakarta, 26 April 2026
Sumber – Penulis: HAMDI PUTRA – Forum Sipil Bersuara (FORSIBER)











