Dalam hal kualitas aset, Permata Bank tetap menjaga performa yang sehat. Rasio kredit bermasalah (NPL Gross) tercatat sebesar 2,2%, sementara Loan at Risk (LAR) berada di level 6,4%. Bank juga memperkuat cadangan risiko dengan NPL Coverage mencapai 355,7% dan LAR Coverage sebesar 120,6%, mencerminkan pendekatan konservatif dalam mengelola risiko kredit.
Penyaluran kredit terutama didorong oleh segmen korporasi yang tumbuh 6,5% YoY menjadi Rp98,2 triliun, serta segmen komersial yang meningkat 1,8% YoY menjadi Rp19,7 triliun. Strategi ini menunjukkan fokus bank dalam mendukung sektor produktif sekaligus menjaga kualitas portofolio.
Dari sisi permodalan, Permata Bank mencatatkan posisi yang sangat kuat. Rasio Capital Adequacy Ratio (CAR) mencapai 33,9% dan Common Equity Tier 1 (CET-1) sebesar 25,9%. Angka ini menempatkan Permata Bank sebagai salah satu bank dengan permodalan terbaik di Indonesia, sekaligus memberikan ruang untuk ekspansi bisnis di masa depan.
Di lini syariah, kinerja Permata Bank Syariah juga menunjukkan tren positif. Laba operasional sebelum provisi mencapai Rp198,4 miliar, tumbuh 5,3% YoY. Pertumbuhan ini didukung oleh peningkatan pendapatan operasional dan efisiensi biaya yang konsisten.
“Ke depan, unit syariah akan terus memperkuat strategi dengan memperluas jaringan komunitas dan meningkatkan inklusi keuangan berbasis syariah. Hal ini sejalan dengan komitmen untuk menghadirkan layanan yang lebih inklusif dan relevan bagi masyarakat,” ungkap Meliza.
Permata Bank juga memperkenalkan inisiatif “Syariah untuk Semua” sebagai bagian dari upaya memperluas akses layanan keuangan syariah. Pendekatan ini menekankan bahwa layanan syariah dapat dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat, mulai dari perencanaan ibadah hingga kebutuhan finansial sehari-hari.
Selain itu, bank terus memperluas kolaborasi strategis untuk memperkuat hubungan dengan nasabah dan mendorong profitabilitas jangka panjang. Salah satu bentuk kolaborasi tersebut adalah dukungan terhadap Adeging Mangkunegaran ke-269, yang mencakup berbagai kegiatan seperti Mangkunegaran Run 2026 dan bazar UMKM.
Melalui partisipasi dalam kegiatan budaya berskala internasional ini, Permata Bank berharap dapat memberikan kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi lokal sekaligus memperkuat ekosistem bisnis yang berkelanjutan.
Secara keseluruhan, kinerja Permata Bank di awal 2026 mencerminkan fondasi bisnis yang kuat, strategi yang disiplin, serta komitmen untuk terus tumbuh secara berkelanjutan di tengah tantangan ekonomi global.[mut]











