“Sinkronisasi data 30.000 (koperasi) dengan 16.550 titik desa yang menjadi pusat kemiskinan ekstrem itu nanti akan kita kejar. Kunci kesuksesan program ini terletak pada sinkronisasi data antara lokasi operasional KDKMP dengan titik desa pusat kemiskinan,” jelas Farida.
Pemberdayaan Masyarakat Desil 1-4
Kementerian Koperasi juga memastikan bahwa masyarakat miskin tidak hanya menjadi penonton, tetapi terlibat langsung dalam roda ekonomi koperasi. Prioritas diberikan kepada masyarakat yang berada pada kelompok pengeluaran terbawah (Desil 1 hingga Desil 4).
Berbagai posisi pekerjaan telah disediakan dalam ekosistem KDKMP, mulai dari tenaga keamanan, pengemudi, penjaga toko, hingga posisi asisten manajer. Bagi warga yang terkendala keahlian, Farida menegaskan pemerintah akan turun tangan memberikan pelatihan khusus.
“Farida memastikan masyarakat yang belum memenuhi kualifikasi teknis tidak akan ditinggalkan. Pemerintah berkomitmen memberikan pendampingan berupa pelatihan dan pendidikan agar mereka mampu memenuhi standar kualifikasi yang dibutuhkan,” tambahnya.
Melalui integrasi antara penyediaan lapangan kerja, pendampingan pendidikan, dan penguatan lembaga ekonomi desa, Kementerian Koperasi optimis instrumen ini akan menjadi jalan keluar efektif dalam mewujudkan kesejahteraan rakyat yang merata di akhir tahun 2026.











