Masyarakat disarankan tidak terburu-buru menggadaikan aset berharga, melainkan mulai memproyeksikan kekayaan dalam satuan yang stabil.
Tiga langkah krusial yang harus diambil adalah penguatan cadangan logistik nasional, diversifikasi aset ke instrumen tahan krisis, serta membangun kemandirian ekonomi lokal yang tidak bergantung penuh pada rantai pasok global.
“Sejarah mencatat bahwa kekuatan ekonomi Indonesia berakar pada penguasaan samudera. Dari abad ke-7, Selat Malaka merupakan nadi perdagangan dunia tempat komoditas unggulan seperti kapur barus dan rempah-rempah ditukar, ujar Bachtiar Nasir dikutip redaksi 29/4.
Indonesia memiliki potensi besar untuk merebut kembali peran strategis ini. Dengan mengoptimalkan kekayaan laut dan posisi geografis yang menghubungkan dua samudera, kemandirian ekonomi umat dapat dibangkitkan. Inovasi dan keberpihakan kebijakan pada sektor maritim adalah kunci utama untuk mengembalikan kehormatan ekonomi bangsa di kancah internasional.[dit]
