Melalui sinergi bersama Bank Sentral untuk memastikan likuiditas tetap stabil, Indonesia diyakini mampu lepas dari jebakan pertumbuhan stagnan di kisaran lima persen.
Kebijakan stimulus tambahan pun tengah disiapkan demi menyokong stabilitas fundamental pergerakan pasar saham nasional.
Secara faktual, IHSG memang mulai menunjukkan tajinya kembali. Berdasarkan catatan data perdagangan penutupan Selasa (5/5/2026), indeks berhasil melesat 1,22 persen dan bertengger kokoh di level 7.057,11. Transaksi harian tercatat sangat tinggi, menyentuh angka Rp23,9 triliun dengan melibatkan 43,92 miliar lembar saham.
Sayangnya, melansir data dari Stockbit, optimisme pasar domestik ini masih diwarnai anomali dari pergerakan investor asing. Aliran dana keluar (net sell) oleh asing terpantau masih cukup masif, menembus angka Rp518,39 miliar di seluruh pasar.
Meskipun demikian, Purbaya bersikukuh menyarankan pemodal lokal untuk tidak ragu memborong emiten potensial demi meraup keuntungan maksimal ke depannya.[dit]











