FAKTANASIONAL.NET – Fenomena pamer tumpukan uang hasil sitaan senilai Rp10,2 triliun oleh Kejaksaan Agung baru-baru ini menuai kritik tajam.
Meski langkah tersebut mendapat apresiasi terbuka dari Presiden Prabowo Subianto sebagai prestasi penegakan hukum, tindakan ini dinilai justru memperlihatkan “keterputusan empati penguasa terhadap realitas ekonomi rakyat yang sedang terhimpit.
Hamdi Putra dari Forum Sipil Bersuara (FORSIBER) dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (13/5), menyoroti bahwa parade visual uang dalam jumlah fantastis tersebut berisiko memicu kemarahan sosial.
“Negara seolah lebih sibuk mempertontonkan estetika uang daripada dampak konkret kesejahteraan bagi masyarakat,” ungkapnya sebagaimana dikutip dari rilis resmi Redaksi.
Kontras Tajam Data BPS dan ‘Teater’ Kekuasaan
Kritik ini diperkuat oleh data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) per Februari 2026 yang menunjukkan rata-rata upah buruh nasional hanya menyentuh angka Rp3,29 juta per bulan.
